pop up

hei! this is chindi`s blog,leave some comment on my post and i will reply it soon, Love me♡

Kamis, 08 Januari 2015

TATA TULIS ILMIAH

TATA TULIS ILMIAH


NAMA KELOMPOK     :
1.   AULIA CHINDIYANA P.        ( 21212248 )
2.    SITI ROKAYAH                        ( 27212086 )
3.    ZALIA ANISSA D.                   ( 28212008 )

KELAS                                   : 3EB22
MATA KULIAH                   : SOFTSKILL BAHASA INDONESIA 2





KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan Puji dan Syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat dan karunianya kami sebagai penulis dapat menyelesaikan tugas  Softskill pada mata kuliah Bahasa Indonesia 2 yang berjudul Tata Tulis Ilmiah.
Semoga dengan adanya  tugas softskill ini, dapat berguna dan memberikan manfaat serta membantu pembacanya memahami isi yang ada di dalamnya.
Kami sebagai penulis menyadari bahwa penyusunan tugas ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu kami mohon maaf jika dalam kata – kata kami terdapat kesalahan sehingga segala kritik dan saran akan kami terima demi terciptanya suatu makalah yang lebih baik lagi.
Akhir kata kami mengucapkan terima kasih semoga tugas ini dapat berguna bagi kami dan bagi para pembaca pada umumnya.

                        Bekasi,  Januari 2015

                                                                                                                                 
                                                                                                                                     Penulis









I
DAFTAR ISI

Kata Pengantar                                                                        I
Daftar Isi                                                                                 II

BAB I. Pendahuluan                                                               1
A.   Latar Belakang Masalah                                                  1
B.   Rumusan Masalah                                                          1
C.   Maksud dan Tujuan                                                       1


BAB II. Pembahasan                                                               2
A.   Bahan dan Jumlah Halaman                                              2
                 B.   Pola Ukuran Kertas                                                              2
  C.   Penomoran                                                                    2
D.   Penulisan Kutipan                                                             3

BAB III. Penutup
          Kesimpulan                                                                             6
          Daftar Pustaka                                                                         7


II

BAB I
PENDAHULUAN

A.        Latar Belakang
Bahasa Indonesia adalah salah satu pelajaran yang kedudukannya sangat penting baik di Sekolah-sekolah maupun di tingkat perguruan tinggi, Karena Bahasa Indonesia ini adalah salah satu ciri khas dari Negara Indonesia itu sendiri. Dari sekian banyak bahasan yang ada dalam Bahasa Indonesia “TATA TULIS KARYA ILMIAH” adalah salah satu bahasan yang akan kita bahas mulai dari Bahasan dan Jumlah Halaman, Pola Ukuran Kertas, Penomoran, Penulisan Judul Bab, Subbab, dan Anak Subbab (SubSubbab) dan Penulisan Kutipan. Dalam diskusi kali ini pembahasan mengenai “Tata Tulis Karya Ilmiah” akan menjadi salah satu bahasan yang akan kita bahas, Mulai dari definisi-definisinya hingga bagian-bagiannya.

B.        Rumusan Masalah

  1. Mampu memahami Bahasan dan Jumlah Halaman, Pola ukuran Kertas dan Penomoran.
  2. Mampu mamahami Penulisan Kutipan

C.        Maksud dan Tujuan

Dalam makalah ini terdapat Jabaran-jabaran mengenai “Tata Tulis Karya Ilmiah” yang akan kita bahas pada diskusi kali ini, dengan harapan wawasan serta pengetahuan kita semua bisa bertambah.

1


BAB II
PEMBAHASAN

Tata Tulis Ilmiah
  1. Bahan dan Jumlah Halaman
Bahan untuk menulis karya ilmiah berupa kertas HVS berukuran kuarto (21,5 cm x 28 cm) 70-80 gram. Pengetikan dengan komputer dilakukan dengan huruf times new roman atau arial 12 point, kecuali untuk pengetikan judul 14 atau 16 point.jumlah halaman makalah berkisar 15-25 halaman, skripsi berkisar antara 30-60 halaman, tesis berkisar antara 150-200 halaman, dan disertasi sekitar 300 halaman atau lebih.
  1. Pola Ukuran Kertas
Agar halaman karya ilmiah terlihat rapi, sebaiknya dipergunakan kertas sesuai ukuran. Garis pembatas kertas bersifat standar dengan ukuran margin atas 4 cm, margin bawah 3 cm, margin kiri 4 cm, dan margin kanan 3 cm.
  1. Penomoran
Angka yang lazim digunakan dalam karya ilmiah adalah angka Romawi kecil, angka Romawi besar, angka Arab. Angka Romawi kecil seperti i,ii,iii, dan seterusnya dipergunakan untuk membei nomor halaman judul, abstark, daftar isi, dan sebagainya. Angka Romawi besar, seperti I,II,III, dan seterusnya digunakan untuk memberi nomor pada bab pendahuluan, landasan teoritis, metodologi penelitian, pembahasan, kesimpulan dan saran. Misalnya, BAB I PENDAHULUAN. Angka arab (1,2,3,…) digunakan untuk menomori halaman-halaman naskah mulai bab pendahuluan sampai halaman terakhir. Semua nomor halaman berangka arab tersebut harus diketik disebelah kanan atas, kecuali untuk halaman judul bab ditulis di tengah bawah.
System penomoran pada karya ilmiah mengikuti standar berikut :
  1. Tingkat pertama menggunakan angka Romawi besar.
  2. Tingkat kedua menggunakan huruf latin besar, misal A,B,C,D
  3. Tingkat ketiga menggunakan angka arab, misal 1,2,3.
  4. Tingkat keempat menggunakan huruf latin kecil, misal a,b,c,d.
  5. Tingkat kelima menggunakan angka arab dengan satu kurung tutup, misal 1), 2), 3).
2
  1. Tingkat keenam menggunakan huruf latin kecil dengan satu kurung tutup, misal, a), b), c).
  2. Tingkat ketujuh menggunakan angka arab dengan dua kurung, misal (1), (2), (3).
  3. Tingkat kedelapan menggunakan huruf latin kecil dengan dua kurung, misal (a), (b), (c)

  1. Penulisan Kutipan
  1. Kutipan Kurang dari 40 Kata
Kutipan kurang dari 40 kata ditulis diantara tanda kutip sebagai bagian yang terpadu dalam teks utama, diikuti dengan nama penulis, tahun dan nomor halaman. Misal: Suharno (1998:124) menyimpulkan “ada hubungan yangerat antara faktor sosial ekonomi dengan kemajuan belajar”.
  1. Kutipan 40 Kata atau Lebih
Kutipan yang terdiri dari 40 kata atau lebih ditulis secara terpisah dari teks yang mendahuluinya (tanpa tanda kutip), diketik dengan jarak spasi tunggal.
Misal: Howard Gardner (2002:5) menarik kesimpulan sebagai berikut.
Inteligensi gerak tubuh termasuk dalam kemampuan untuk menyatukan tubuh dan pikiran untuk menyempurnakan pementasan fisik, berawal dari control reflek dan gerakan-gerakan sukarela, kemajuan intelegensi kinestetik digunakan tubuh dalam membedakan jalan kecakapan.
  1. Merujuk Kutipan Tidak Langsung
Kutipan tidak langsung ditulis tanpa tanda kutip dan terpadu dalam teks. Misal: Schmid (2002:18) menyatakan bahwa kegiatan olah tubuh akan mampu merangsang seseorang untuk mengekspresikan gagasan dan emosi melalui gerakan.
  1. Cara Menulis Daftar Pustaka Berupa Buku
Ditulis berurutan mulai dari nama penulis, tahun penerbitan buku, judul buku (dengan huruf miring), tempat penerbitan, dan nama penerbit. Misal:
Keraf, Gorys. 2005. Komposisi. Flores: Nusa Indah
            terdapat pula cara penulisan berikut.
Gorys Keraf. 2005. Komposisi. Flores: Nusa Indah
3
  1. Cara Menulis Daftar Pustaka yang Berasal Dari Buku
Kumpulan artikel penulisannya sama dengan cara diatas, hanya ditambahan dengan tulisan (Ed). Diantara nama penulis dan tahun penerbitan. Misal:
Dick, Hartoko (ed.). 2004. Golongan Cendikiawan Mereka yang Berumah di Angin. Jakarta Gramedia
  1. Cara Menulis Daftar Pustaka Dengan Mengambil Satu Artikel Dari Buku Kumpulan Artikel Nama penulis artikel ditulis didepan diikuti tahun penerbitan, judul artikel yang diapit oleh tanda kutip tanpa huruf miring. Setelah itu ditulis nama editor, judul buku kumpulan artikel, dan nomor halaman. Misal:
Geertz, Clifford. 2003. “Cendikiawan di Negara Berkembang”. Dalam KemalaSartika(Ed.), Menjelajah  Cakrawala: Kumpulan Karya Visioner Soedjadmoko (hlm. 233). Jakarta: Gramedia
  1. Cara Menulis Daftar Pustaka yang Berasal Dari Artikel Dalam Jurnal. Nama penulis artikel ditulis didepan, diikuti tahun, judul artikel, nama jurnal, tahun dan nomor. Misal:
Hanafi, A. 1989. “Partisipasi dalam Siaran Pedesaan dan Pengadopsian Inovasi”. Forum Penelitian, 1(1) : 33-47
  1. Cara Menulis Daftar Pustaka yang Berasal Dari Artikel Majalah atau Koran.
Nama penulis ditulis terlebih dahulu dilanjutkan dengan tanggal, bulan, dan tahun (jika ada). Nama majalah atau Koran dicetak miring diikuti dengan nomor halaman. Misal:
Gardner, H. 1998. “Do Babies Sing A Universal Song?”.Psychological Today, hal. 70.
  1. Cara Menulis Daftar Pustaka Dari Koran Tanpa Penulis
Nama Koran ditulis terlebih dahulu diikuti dengan tanggal, bulan, tahun terbit, judul, dan nomor halaman. Misal:
Kompas, 18 maret 2005. “Rawan Pangan, Tanpa Basis Sumber Daya Lokal”, hal. 41.
  1. Daftar Pustaka Dari Karya Terjemahan
Nama penulis asli ditulis terlebih dahulu dikuti tahun terbit tulisan asli, judul terjemahan, nama penerjemah, tahun terjemahan, nama tempat penerbitan dan nama penerbit terjemahan. Misal:
Eangleton, Terry. 1988. Teori Sastra: Satu Pengenalan. Terjemahan oleh Mohammad Haji Saleh. 2004. Kualalumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka

4
  1. Daftar Pustaka dari Skripsi, tesis, atau Disertasi
Nama penulis diikuti dengan tahun yang tercantum pada sampul, judul skripsi, tesis, atau disertasi yang diapit dengan tanda kutip dikuti jenis karya ilmiah. Nama kota tempat perguruan tinggi, nama fakultas, dan nama perguruan tinggi. Misal:
Paramita, Pradnya. 2007. “Pengaruh Bioteknologi Pertanian Terhadap Proses Pematangan Tomat”. Skripsi. Surakarta: Fakultas Pertanian, Universitas 11 Maret.
  1. Daftar Pustaka Dari Internet
Nama penulis diikuti dengan tahun, judul karya yang diapit tanda kutip, diakhiri alamat sumber pustaka dan tanggal  akses. Misal:
Herusatoto. 2002. “Bioteknologi Pertanian” (online),















5
BAB III
PENUTUP

  1. Kesimpulan

Dari penjelasan-penjelasan di atas dapat diambil kesimpulan mengenai tata tulis karya ilmiah, bahwa terdapat beberapa tata tulis dalam karya ilmiah diantaranya adalah Bahan dan Jumlah Halaman, Pola Ukuran Kertas, Penomoran, serta Penulisan Kutipan.Penjelasan-penjelasan tersebut telah dijabarkan diatas, baik mengenai pengertian hingga contohnya. 
















6

DAFTAR PUSTAKA

Arifin, Zaenal. 2003. Dasar-Dasar Penulisan Karangan Ilmiah. Grasindo: Jakarta.
Dwiloka, Bambang. 2005. Teknik Menulis Karya Ilmiah. Rineka Cipta: Jakarta.
Widodo, 2004. Cerdik Menyusun Proposal Penelitian: Skripsi, Tesis, Disertasi. Magna Script: Jakarta.
Rohmadi, M. Dkk. 2008. Teori dan Aplikasi Bahasa Indonesia di Indonesia di Perguruan Tinggi. Sebelas Maret University Press. Sukarta.


Minggu, 09 November 2014

TUGAS SOFTSKILL BAHASA INDONESIA 2

BAHASA INDONESIA DENGAN BERBAGAI RAGAMNYA



BAHASA INDONESIA DENGAN BERBAGAI RAGAMNYA


NAMA KELOMPOK     :
1.   AULIA CHINDIYANA P.        ( 21212248 )
2.    SITI ROKAYAH                        ( 27212086 )
3.    ZALIA ANISSA D.                   ( 28212008 )

KELAS                                   : 3EB22
MATA KULIAH                   : SOFTSKILL BAHASA INDONESIA 2




KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan Puji dan Syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat dan karunianya kami sebagai penulis dapat menyelesaikan tugas  Softskill pada mata kuliah Bahasa Indonesia 2 yang berjudul Bahasa Indonesia dengan Berbagai Ragamnya.

Semoga dengan adanya  tugas softskill ini, dapat berguna dan memberikan manfaat serta membantu pembacanya memahami isi yang ada di dalamnya.

Kami sebagai penulis menyadari bahwa penyusunan tugas ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu kami mohon maaf jika dalam kata – kata kami terdapat kesalahan sehingga segala kritik dan saran akan kami terima demi terciptanya suatu makalah yang lebih baik lagi
.
Akhir kata kami mengucapkan terima kasih semoga tugas ini dapat berguna bagi kami dan bagi para pembaca pada umumnya.

                        Bekasi,  November  2014

                                                                                                                                 
                                                                                                                                          Penulis









I


DAFTAR ISI

Kata Pengantar                                                                                               I
Daftar Isi                                                                                                        II

BAB I. Pendahuluan                                                                                        1                                                                              
A.    Latar Belakang Masalah                                                                             1
B.     Rumusan Masalah                                                                                      1
C.     Tujuan penelitian                                                                                        1
D.    Manfaat penelitian                                                                                      1

BAB II. Pembahasan                                                                                       2
A.    Penting atau Tidaknya Bahasa Indonesia                                                     2
B.     Pengertian Ragam Bahasa                                                                          2
C.     Macam – macam Ragam Bahasa                                                                4
D.    Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar                                                       6

BAB III. Penutup
            Kesimpulan                                                                                         7






II
BAB I
 PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG
Bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi yang perlu dipelajari oleh semua lapisan masyarakat ( semua warga Indonesia ). Dalam bahasan bahasa terdapat keanekaragaman penggunaan bahasa Indonesia yang dinamakan ragam bahasa, dan dipakai dalam berbagai keperluan yang tentu tidak seragam, tetapi akan berbeda-beda disesuaikan dengan situasi dan kondisi.

B.     RUMUSAN MASALAH
Adapun perumususan masalah yang akan dibahas sebagai berikut :
·         Penting atau tidaknya bahasa Indonesia
·         Pengertian ragam bahasa
·         Macam – macam ragam bahasa
·         Memahami bahasa Indonesia yang baik dan benar

C.     TUJUAN
Makalah ini bertujuan untuk mengetahui bahasa Indonesia dengan berbagai ragamnya serta macam – macam ragam bahasa yang dipelajari dan memenuhi tugas softskill bahasa Indonesia.

D.    MANFAAT
Manfaat dibuat makalah ini adalah :
·         Mahasiswa/i nya dapat mengerti apa yang dimaksud ragam bahasa.
·         Mahasiswa/i nya dapat mengetahu macam – macam ragam bahasa yang sering digunakan.
·         Mahasiswa/i nya dapat memahami bahasa Indonesia yang baik dan benar.




1
BAB II
PEMBAHASAN

A.    Penting Atau Tidaknya Bahasa Indonesia
Sebuah bahasa penting atau tidak penting dapat dilihat dari dua kriteria, yaitu jumlah penutur, luas daerah penyebarannya.
1.      Dipandang Dari Jumlah Penutur
Ada dua bahasa di Indonesia, yaitu bahasa Indonesia dan bahasa daerah. Bahasa Indonesia lahir sebagai bahasa kedua bagi sebagian besar warga bangsa Indonesia. Yang pertama kali muncul atas diri seseorang adalah bahasa daerah (“bahasa ibu”). Bahasa Indonesia baru dikenal anak-anak setelah mereka sampai pada usia sekolah (taman kanak-kanak).
2.      Dipandang Dari Luas Penyebarannya
Penyebaran suatu bahasa tentu ada hubungannya dengan penutur bahasa itu. Oleh sebab itu, tersebarnya suatu bahasa tidak dapat dilepaskan dari segi penutur.
Penutur bahasa Indonesia yang berjumlah 210 juta lebih itu tersebar dalam daerah yang luas yaitu dari Sabang sampai Merauke. Keadaan daerah penyebaran ini akan membuktikan bahwa bahasa Indonesia amat penting kedudukannya di antara bahasa-bahasa dunia.

B.   Pengertian Ragam Bahasa
Ragam Bahasa adalah variasi bahasa menurut pemakaian yang berbeda-beda menurut topik yang dibicarakan, menurut hubungan pembicara, kawan bicara, orang yang dibicarakan, serta menurut medium pembicara. Ragam bahasa berdasarkan media atau sarana ada 2 yaitu Ragam Bahasa Lisan dan Ragam Bahasa Tulis

1.      Ragam Bahasa Lisan
Ragam bahasa lisan adalah bahan yang dihasilkan alat ucap dengan fonem sebagai unsur dasar. Dalam ragam bahasa lisan berkaitan dengan tata bahasa, kosakata dan lafal. Sehingga  pembicara dapat memanfaatkan tinggi rendah suara atau tekanan, air muka, gerak tangan atau isyarat untuk mengungkapkan ide.
2
Ciri-ciri ragam bahasa lisan :
a.       Memerlukan kehadiran orang lain
b.      Unsur gramatikal tidak dinyatakan secara lengkap
c.       Terikat ruang dan waktu
d.      Dipengaruhi oleh tinggi rendahnya suara
Kelebihan ragam bahasa lisan :
a.       Dapat disesuaikan dengan situasi
b.      Faktor efisiensi
c.       Faktor kejelasan karena pembicara menambahkan unsure lain berupa tekan dan
gerak anggota badan agah pendengar mengerti apa yang dikatakan seperti situasi,mimik dan gerak-gerak pembicara.
d.      Faktor kecepatan, pembicara segera melihat reaksi pendengar terhadap apa
yang dibicarakannya.
e.       Lebih bebas bentuknya karena faktor situasi yang memperjelas pengertian
bahasa yang dituturkan oleh penutur.
f.       Penggunaan bahasa lisan bisa berdasarkan pengetahuan dan penafsiran dari informasi audit, visual dan kognitif.
Kelemahan ragam bahasa lisan :
a.       Bahasa lisan berisi beberapa kalimat yang tidak lengkap, bahkan terdapat frase-frase sederhana.
b.      Penutur sering mengulangi beberapa kalimat.
c.       Tidak semua orang bisa melakukan bahasa lisan.
d.      Aturan-aturan bahasa yang dilakukan tidak formal.

2.      Ragam Bahasa Tulis
Ragam bahasa tulis adalah bahasa yang dihasilkan dengan memanfaatkan tulisan dengan huruf sebagai unsur dasarnya. Dalam ragam tulis, kita berurusan dengan tata cara penulisan dan kosakata. Dengan kata lain dengan ragam bahasa tulis, kita tuntut adanya kelengkapan unsur kata seperti bentuk kata ataupun susunan kalimat,ketepatan pilihan kata, kebenaran penggunaan ejaan dan penggunaan tanda baca dalam mengungkapkan ide.
Ciri-ciri ragam bahasa tulis :
a.       Tidak memerlukan kehaduran orang lain
b.      Unsur gramatikal dinyatakan secara lengkap.
c.       Tidak terikat ruang dan waktu
3
d.      Dipengaruhi oleh tanda baca atau ejaan.
Kelebihan ragam bahasa tulis :
a.       Informasi yang disajikan bisa dipilih untuk dikemas sebagai media atau materi yang menarik dan menyenangkan.
b.      Umumnya memiliki kedekatan budaya dengan kehidupan masyarakat.
c.       Sebagai sarana memperkaya kosakata.
d.      Dapat digunakan untuk menyampaikan maksud, membeberkan informasi atau mengungkap unsur-unsur emosi sehingga mampu mencanggihkan wawasan pembaca.
Kelemahan ragam bahasa tulis :
a.       Alat atau sarana yang memperjelas pengertian seperti bahasa lisan itu tidak ada akibatnya bahasa tulisan harus disusun lebih sempurna.
b.      Tidak mampu menyajikan berita secara lugas, jernih dan jujur, jika harus mengikuti kaidah-kaidah bahasa yang dianggap cenderung miskin daya pikat dan nilai jual
c.       Yang tidak ada dalam bahasa tulisan tidak dapat diperjelas/ditolong, oleh karena itu dalam bahasa tulisan diperlukan keseksamaan yang lebih besar.

C.   Macam – Macam Ragam Bahasa

1)    Ragam baku
Ragam baku adalah ragam yang dilembagakan dan diakui oleh sebagian besar warga masyarakat pemakainya sebagai bahasa resmi dan sebagai kerangka rujukan norma bahasa dalam penggunaannya.
Ragam baku itu mempunyai sifat-sifat sebagai berikut :
a.       Kemantapan Dinamis
Mantap artinya sesuai dengan kaidah bahasa. Kalau kita berpegang pada sifat mantap, kata pengrajin tidak dapat kita terima. Bentuk-bentuk lepas tangan, lepas pantai, dan lepas landas merupakan contoh kemantapan kaidah bahasa baku.
b.      Cendekia
Ragam baku bersifat cendekia karena ragam baku dipakai pada tempat-tempat resmi. Perwujudan ragam baku ini adalah orang-orang yang terpelajar. Di samping itu, ragam baku dapat dengan tepat memberikan gambaran apa yang ada dalam otak pembicara atau penulis.
4
c.       Seragam
Ragam baku bersifat seragam, pada hakikatnya, proses pembakuan bahasa ialah proses penyeragaman bahasa. Dengan kata lain, pembakuan bahasa adalah pencarian titik-titik keseragaman.
2)    Ragam tidak baku
Ragam tidak baku adalah ragam yang tidak dilembagakan dan ditandai oleh ciri-ciri yang menyimpang dari norma ragam baku.

3)    Ragam Baku Tulis dan Ragam Baku Lisan
Ragam baku tulis adalah ragam yang dipakai dengan resmi dalam buku-buku pelajaran atau buku-buku ilmiah lainnya. Pemerintah sekarang mendahulukan ragam baku tulis secara nasional. Usaha itu dilakukan dengan menerbitkan dan menertibkan masalah ejaan bahasa Indonesia, yang tercantum dalam buku Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan.
Ukuran dan nilai ragam baku lisan ini bergantung pada besar atau kecilnya ragam daerah yang terdengar dalam ucapan. Seseorang dapat dikatakan berbahasa lisan yang baku kalau dalam pembicaraannya tidak terlalu menonjol pengaruh logat dari daerahnya.

4)    Ragam Sosial dan Ragam Fungsional

1.      Ragam sosial yaitu ragam bahasa yang sebagian norma dan kaidahnya di dasarkan atas kesepakatan bersama dalam lingkungan sosial yang lebih kecil dalam masyarakat. Ragam bahasa yang digunakan dalam keluarga atau persahabatan dua orang yang akrab dapat merupakan ragam sosial tersendiri.

2.      Ragam fungsional, yang kadang-kadang disebut juga ragam profesional, adalah ragam bahasa yang dikaitkan dengan profesi, lembaga, lingkungan kerja, atau kegiatan tertentu lainnya.

Ragam fungsional juga dikaitkan dengan keresmian keadaan penggunaannya yaitu :
a.       Ragam Keilmuan/Teknologi
Komputer adalah mesin pengelola informasi. Berjuta-juta fakta dan bagan yang berbeda dapat disimpan dalam komputer dan dapat dicari lagi apabila diperlukan.

5
b.      Ragam Kedokteran
Kita mengenal dua macam diabetes, yaitu diabetes inspidus dan diabetes mellitus. Diabetes inspidus disebabkan oleh kekurangan hormon antidiuretik (antidiuretic hormone = ADH) diproduksi oleh kelenjar pituitaria yang berada di dasar otak sehingga kita mengeluarkan urine terus atau kencing saja. Pada diabetes mellitus yang kurang adalah hormon insulin yang dihasilkan oleh kelenjar pankreas yang berada dibawah hati.

c.       Ragam Keagamaan
Tidaklah orang-orang itu menyangka bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan pada suatu hari yang besar yaitu hari ketika manusia berdiri menghadap Tuhan semesta alam.

D.   BAHASA INDONESIA YANG BAIK DAN BENAR
Penentuan atau kriteria bahasa indonesia yang baik dan benar itu tidak jauh berbeda dari apa yang kita katakan sebagai bahasa baku. Kebakuan suatu kata sudah menunjukan masalah “benar” suatu kata itu. Walaupun demikian, masalah “baik” tentu tidak sampai pada sifat kebakuan suatu kalimat, tetapi sifat efektifnya suatu kalimat.
Pengertian benar pada suatu kata atau suatu kalimat adalah pandangan yang diarahkan dari segi kaidah bahasa. Sebuah kalimat atau sebuah pembentukan kata dianggap benar apabila bentuk itu mematuhi kaidah-kaidah yang berlaku. Di bawah ini akan dipaparkan sebuah contoh.
·         Kuda makan rumput
Kalimat ini benar karena memenuhi kaidah sebuah kalimat secara struktur, yaitu ada subjek, (kuda), ada predikat (makan), dan ada objek (rumput). Kalimat ini juga memenuhi kaidah sebuah kalimat dari segi makna, yaitu mendukung sebuah informasi yang dapat dimengerti oleh pembaca.  
Sebagai simpulan, yang diamksud dengan bahasa yang benar adalah bahasa yang menerapkan kaidah dengan konsisten, sedangkan yang dimaksud dengan bahasa yang baik adalah bahasa yang mempunyai nilai rasa yang tepat dan sesuai dengan situasi pemakaiannya.




6
BAB III
PENUTUP

Kesimpulan

Bahasa merupakan sebuah alat yang digunakan untuk berkomunikasi dari komunikator kepada komunikan dengan tujuan menyampaikan sebuah informasi.
Bahasa berwujud ucapan yang digunakan seseorang untuk berkomunikasi dengan orang lain.
Dalam bahasa terdapat keanearagaman bahasa yang disebut ragam. Karena keanekaragaman bahasa, kita dapat menyesuaikan bagaimana cara berkomunikasi yang baik dengan orang lain diwaktu, tempat, dan acara tertentu.
Sehingga penggunaan bahasa yang baik dan benar sangatlah penting dalam bidang apapun, karena untuk mengindari terjadinya kesalahpahaman dalam menerima sebuah informasi atau pesan. Jika terdapat kesalahan dalam penggunaannya, hal ini akan menimbulkan informasi yang disampaikan tidak dapat diterima dengan baik oleh penerima pesan.










7
Sumber