pop up

hei! this is chindi`s blog,leave some comment on my post and i will reply it soon, Love me♡

Jumat, 01 April 2016

PERUSAHAAN MULTINASIONAL ADIDAS

Nama                             : Aulia Chindiyana Prima
Kelas                             : 4 EB 22
Mata Kuliah                  : Akuntansi Internasional
Dosen                            : Dini Andriani
Tema                             : Perusahaan Multinasional (Adidas)




  • ·        Sejarah Adidas

            Adi Dassler menciptakan brand ADIDAS pada tahun 1920-an; sebuah nama brand yang merupakan singkatan danri namanya. Adi adalah seorang pecandu olahraga, tetapi juga seorang produsen sepatu, dan dia memiliki visi: menciptakan sepatu latihan dengan desain yang kuat dan khusus yang akan menjadikan seorang olahragawan berada pada performa terbaiknya dan melindunginya dari cedera. Bisa jadi ide tersebut adalah biasa pada masa modern ini, namun Hal tersebut adalah pemikiran yang sangat revolusioner pada masanya.
            Sepatu olahraga ADIDAS terbukti sangat terkenal, dalam waktu singkat, perusahaan Adi Dassler tersebut memproduksi 100 pasang sepatu olahraga setiap hari – prestasi yang lumayan untul sebuah perusahaan yang baru tumbuh. Selama akhir 1930-an, brand ADIDAS mengembangkan produknya; mereka mulai membuat sepatu olahraga khusus di desain untuk olahraga tertentu. Misalnya, mereka mulai memproduksi sepatu tenis, ice skate, dan golf.
            Ketika pertama kali Adi Dassler mulai berbisnis dengan menggunakan nama ADIDAS, dia memiliki rekan bisnis, yang juga saudaranya sendiri, Rudolph Dassler. Selama tahun 1940an, visi mereka tentang bagaimana perusahaan tersebut harus berjalan mulai berbeda, dan pada akhirnya mereka memilih untuk mengambil jalan yang berbeda.
            Adi melanjutkan dengan karyanya dengan sepatu olahraga, tetapi, saudaranya, Rudolph, mendirikan perusahaan pesaing: PUMA. Sebagai cara untuk membedakan tanda dari kedua perusahaan, Adi memutuskan untuk menambahkan tiga garis, sebuah icon yang tak terbantahkan sebagai brand ADIDAS yang sangat mendunia.
            Sepanjang tahun 1950an, brand ADIDAS sungguh-sungguh melegenda. Dengan inovasi pertama kali sebuah sepatu bola, lengkap dengan pul-nya, perusahaan ini telah menarik perhatian semua liga sepakbola terbesar diseluruh dunia, yang tentunya terbukti sangat menguntungkan. Kenyataannya, brand ADIDAS telah mendesain sepatu bola yang dikenakan oleh tim juara pada Piala Dunia 1954, yang bertempat di Switzerland. Pada pertenganhan tahun 1950an, tepatnya tahun 1956, brand ADIDAS menjadi sponsor dalam Olimpiade Melbourne, sejak itu maka tidak ada yang memungkiri, tidak ada yang bisa menghentikan ekspansi mereka. Saat ini, ADIDAS adalah salah satu nama brand paling terkenal di seluruh dunia, sebuah prestasi hebat untuk awal yang sederhana.
            Tidak sampai tahun 1960, Adidas telah mengembangkan sayapnya dan mulai memproduksi pakaian olahraga. Pada tahun 1963, mereka juga mulai berekspansi di wilayah alat olahraga, jika bukan karena manuver ini, kita tidak akan melihat bola dan perlengkapan lainnya di seluruh event olahraga sepakbola utama. Secara ikonik menjadi olahraga yang indah dengan brand ADIDAS. Hingga kini ADIDAS telah menjadi fashion yang sangat populer, tidak hanya untuk olahraga, namun juga gaya hidup.

  • ·         Kantor Pusat Adidas

            Kantor pusat Adidas berada di Herzogenaurach, Jerman.

  • ·         Kantor Cabang Adidas

            Begitu banyak kantor cabang Adidas yang tersebar di seluruh Negara seperti, Singapore, Malaysia, India, Philipines, Viet nam, Bangkok, China, Jepang, Korea Selatan, Korea Utara, Turki, Perancis, Spanyol, Kazakhstan, Arab, Afrika Selatan, Australia, USA dan salah satunya di Indonesia.
            Cabang Adidas store dan Adidas Outlet di Indonesia juga banyak sekali, Adidas store ada di hampir semua Mall-Mall jakarta atau Bekasi, dan outletnya pun tersebar di banyak kota di Indonesia. Seperti di Semarang, Malang, Yogyakarta, Surakarta, Jakarta, Bekasi, Bandung, Cirebon, Tangerang, Depok, Jambi, Padang, Pekanbaru, Medan, Palembang dan masih banyak lagi. Namun, saya akan lebih berfokus pada Adidas Store, Adidas Retail dan Outlet di Bekasi.
  •             Adidas Store :

Ø  Grand Metropolitan Mall
Ø  Metropolitan Mall
Ø  Summarecon Mall Bekasi

  • Adidas Outlet :

Ø  Sentral Niaga Kalimalang
Ø  Cikarang
Ø  Jl. Raya Kalimalang
Ø  Jalan KH Noer Alie Rukan Mutiara

  •                         Adidas Retailers :

Ø  Sport Station Grand Metropolitan
Ø  Sport Station Metropolitan Mall
Ø  Sport Station Bekasi Cyber Park
Ø  Planet Sport Metropolitan Mall

·         Laba Adidas
Dalam € (Euro)

Account
Tahun
2011
2012
2013
2014
2015
Net Sales
         13.344
         14.883
         14.492
         14.534
         16.915
Operating Profit
           1.059
              920
           1.202
              883
           1.059
Net Income
              634
              526
              787
              490
              634
Total Equity
           5.648
           5.291
           5.489
           5.618
           5.648
Total Assets
         11.380
         11.651
         11.591
         12.417
         13.343



  • ·         Permasalahan yang terjadi di Adidas

1.      Banyaknya Brand-brand sepatu futsal, jersey, tas dan perlengkapan olahraga
2.      Terjadinya erosi moral dan komitmen karyawan negara pemasok
3.      Persaingan sponsor pemain dengan brand sepatu yang lain
4.      Persaingan inovasi sepatu
5.      Persaingan harga
6.      Persaingan sepatu andalan masing-masing
7.      Persaingan motif sepatu yang cenderung biasa saja dibanding pesaingnya




























              SUMBER
    

Rabu, 16 Maret 2016

AKUNTANSI INTERNASIONAL

NAMA                        :           AULIA CHINDIYANA PRIMA
KELAS                       :           4 EB 22
MATA KULIAH       :           AKUNTANSI INTERNASIONAL
DOSEN                      :           DINI ANDRIANI
16 MARET 2016



Soal
1.      Nona Sasya mendapat kiriman uang dari pamannya yang bekerja di Amerika Serikat sebesar US$1.000. Berapa  rupiah uang  yang akan diterima Nona Sasya?
Jawab  :
US$1.000 X Rp 373,84 (Kurs Beli)
Rp 373.084.000
2.      Nona Aul mendapat kiriman uang dari kakaknya yang bekerja di Jepang sebesar ¥5.000. Berapa  rupiah uang  yang akan diterima Nona Aul?
Jawab :
¥5.000 X Rp 11.544,49 (Kurs Beli)
Rp 57.722,450
3.      Jika Tuan Rudolfo memiliki uang rupiah sebesar Rp 10.080.000,00, kemudian ia ingin menukarkannya dengan mata uang Bath (Thailand) karena ingin berlibur kesana, maka  berapa yang akan ia peroleh?
Jawab:
Rp 10.080.000,00 :  9.598,93 THB (Kurs Jual)
THB 1,050,117,04
4.      Ny. Selena Gomez menderita sakit, ia harus segera dibawa ke Jepang untuk berobat. Sedangkan biaya berobat yang harus dikeluarkan sebesar ¥ 70.000, ia mempunyai tabungan Rp 1.000.000.000. Berapa Rupiah sisa uang tabungan Ny. Selena Gomez?
Jawab :
Tabungan
 Rp 1.000.000.000
¥ 70.000 X Rp 11.665,93 (Kurs Jual)
(Rp    816.615.100)

 Rp 183.384.900
5.      Jika Tuan Uge mempunyai uang Rp 12.148.500,00 dan dia ingin menukarkan uang  rupiahnya ke dolar Amerika, berapa dolar yang akan diterima Tuan Uge ?
Jawab :
Rp 12.148.500,00 x Rp 377,82 x US$ 1
US$ 32,154.200

6.      Tuan Randi mengimpor sebuah Kereta dari amerika dengan harga  15.000 USD. Maka uang yang harus dibayarkan Tuan Randi atas pembelian Kereta tersebut adalah….
Jawab :
15.000 US x Rp 377,82 (Kurs jual)
Rp 5.667.300

7.      Berapa PGK ( Papua Nugini Kina) yang di peroleh dari penukaran Rp 50.000.000?
Jawab :
Rp 50.000.000 : 8.727,16 (Kurs jual)
Rp 5.729.240


8.      Mr. Orlando berlibur ke Indonesia dengan membawa uang $70.000 USD dan $350 AUD. Apabila Mr. Orlando menukarkan uangnya ke Bank maka uang rupiah yang diterima adalah
Jawab :
$70.000 USD x Rp  373,84 (Kurs beli)
= Rp 26.168.800
$350 AUD x Rp 9,772,72 (Kurs beli)
= Rp   3.420.452
TOTAL
= Rp 29.589.252
9.      Berapa us dolar yang diperoleh dari penukaran Rp 50.000.000 dengan kurs jual 377,82 dan kurs beli 373,84?
Jawab :
Kurs Jual = Rp 50.000.000 : 377,82
= USD 132.338.15
Kurs Beli = USD 132.338.15 X 373.84
= Rp 49.473.294

10.  Tuan Nobita berkunjung ke indonesia dengan membawa uang  700.000 Yen, Ketika ditukar ke Bank maka uang rupiah yang diterima oleh Tuan Nobita adalah….
 Jawab :
700.000 yen X  Rp 11.544.49
Rp 8.081.143.000


Senin, 09 November 2015

MEREVIEW JURNAL

ETIKA PROFESI AKUNTANSI
MEREVIEW JURNAL

                                    OLEH                         : AULIA CHINDIYANA PRIMA
                                    NPM                           : 21212248
                                    KELAS                       : 4 EB 22
                                    DOSEN                      : EARLY ARMEIN
                                    MATA KULIAH       : ETIKA PROFESI AKUNTANSI


PENGARUH PROFESIONALISME AUDITOR dan ETIKA PROFESI TERHADAP PERTIMBANGAN TINGKAT MATERIALITAS

Pengarang  :    A.M. Kurniawanda, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Jambi
Penerbit      :    e-Jurnal BINAR AKUNTANSI Vol. 2 No. 1, Januari 2013 ISSN 2303 –

Pendahuluan

Di era globalisasi seperti sekarang ini, bisnis tidak lagi mengenal batas Negara, kebutuhan akan laporan keuangan yang dapat dipercaya tidak dapat dielakkan lagi. Eksternal auditor yang independen menjadi salah satu profesi yang dicari. Profesi auditor diharapkan oleh banyak orang untuk dapat meletakkan kepercayaan pada pemeriksaan dan pendapat yang diberikan sehingga profesionalisme menjadi tuntutan utama seseorang yang bekerja sebagai auditor eksternal.
Gambaran seseorang yang profesional dalam profesi eksternal auditor dicerminkan dalam lima dimensi menurut Hall R Syahrir, (2002 : 7), yaitu : 1. pengabdian pada profesi, 2. kewajiban sosial, 3. kemandirian, 4. kepercayaan pada profesi, 5. hubungan dengan rekan seprofesi. Eksternal auditor yang memiliki profesionalisme yang tinggi akan memberikan kontribusi yang dapat dipercaya oleh para pengambil keputusan. Untuk memenuhi perannya yang membutuhkan tanggung jawab yang besar, eksternal auditor harus mempunyai wawasan yang luas dan pengalaman yang memadai sebagai eksternal auditor.

Rumusan Masalah

1.      apakah profesionalisme auditor dan etika profesi secara simultan dan parsial mempunyai pengaruh terhadap pertimbangan tingkat materialitas ?


Tujuan
1.      Untuk mengetahui profesionalisme auditor dan etika profesi secara simultan dan parsial mempunyai pengaruh terhadap pertimbangan tingkat materialitas.

Data/Variabel
          Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer. Data primer dapat berupa opini subyek (orang) secara individual atau kelompok, hasil observasi terhadap suatu benda (fisik), kejadian atau kegiatan, dan hasil pengujian (Indriantoro, 2009). Data-data primer dalam penelitian ini diperoleh melalui metode survei menggunakan kuesioner yang dibagikan kepada responden.

Teori

       Gambaran seseorang yang profesional dalam profesi eksternal auditor dicerminkan dalam lima dimensi menurut Hall R Syahrir, (2002 : 7), yaitu : 1. pengabdian pada profesi, 2. kewajiban sosial, 3. kemandirian, 4. kepercayaan pada profesi, 5. hubungan dengan rekan seprofesi.
           Etika profesi merupakan kode etik IAPI dan aturan etika Kompartemen Akuntan Publik, Standar Profesi Akuntan Publik (SPAP) dan standar pengendalian mutu auditing merupakan acuan yang baik untuk mutu auditing (Agoes, 2004).
           Data primer dapat berupa opini subyek (orang) secara individual atau kelompok, hasil observasi terhadap suatu benda (fisik), kejadian atau kegiatan, dan hasil pengujian (Indriantoro, 2009).
             Jenis data yang terkumpul dari kuesioner merupakan data nominal dan ordinal, khususnya yang menyangkut identitas/karakteristik responden. Sedangkan data yang menyangkut jawaban berskala likert, pada dasarnya adalah data ordinal.                     Oleh karena itu, untuk keperluan analisis data ordinal perlu ditransformasikan notasi masing-masing jawaban tersebut menjadi data interval dengan menggunakan method of successive interval (Sumarsono, 2002) untuk  menetapkan skor.
Menurut Hair dalam Poniman (2004), kualitas data yang dihasilkan dari penggunaan instrumen penelitian dapat dievaluasi melalui uji reliabilitas dan validitas.
Validitas merupakan derajat ketepatan antara data yang sesungguhnya terjadi pada obyek penelitian dengan data yang dapat dilaporkan oleh peneliti (Sugiyono, 2008). Pendekatan yang digunakan dalam uji validitas (analisis butir) pada penelitian ini adalah dengan membandingkan nilai r (corrected item – total correlation) dengan r tabel sehingga dapat diketahui item pertanyaan mana yang gugur dan sahih. Item butir pertanyaan sahih jika r hitung > r tabel (Ghozali, 2009).
        Nunally dalam Ghozali (2009) menyatakan bahwa suatu konstruk atau variabel dikatakan reliabel jika nilai cronbach alpha > 0,60. 
               Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel dependen dan independen keduanya memiliki distribusi normal atau tidak (Ghozali, 2009).
Analisis statistik deskriptif adalah yang berbentuk uraian dari hasil penelitian yang didukung oleh teori dan data yang telah ditabulasi kemudian diikhtisarkan. Analisis ini digunakan untuk memperkuat analisis kuantitatif (Sugiyono, 2008).
           Pada grafik plot, jika ada pola tertentu, seperti titik-titik yang ada membentuk pola tertentu yang teratur (bergelombang, melebar kemudian menyempit), maka mengindikasikan telah terjadi heteroskedastisitas dan jika tidak ada pola yang jelas serta titik-titik meyebar diatas dan dibawah angka 0 pada sumbu Y, maka tidak terjadi heteroskedastisitas (Ghozali, 2009).
         Nilai yang mendekati satu berarti variabel-variabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel dependen, semakin mendekati nilai 1 atau 100%, maka semakin besar pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen (Ghozali, 2009).
        Menurut Ghozali (2005:42) suatu instrumen dikatakan reliabel jika memiliki koefisien cronbach’s alpha > 0,6. Apabila tolerance value dibawah 0,10 atau nilai VIF diatas 10 maka terjadi multikolinieritas (Ghozali, 2009). 


Alat Analisis
1.      Uji Kualitas Data
                              a)            Uji Validitas (Ketepatan)
                              b)            Uji Reliabilitas (Konsistensi)
2.      Analisis Kualitatif
3.      Uji Asumsi Klasik
                              a)            Uji Normalitas
                              b)            Uji Heteroskedastisitas
                              c)            Uji Multikolinieritas
4.      Analisis Regresi Berganda
Hipotesis
1.      Uji F
2.      Uji T
3.      Koefisien Determinasi (R2)

                                                       Hasil

1.      Uji Kualitas Data
·         Uji Validitas
Pengujian validitas instrumen dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 19.0, nilai validitas dapat dilihat pada kolom Corrected Item-Total Correlation. Jika angka korelasi yang diperoleh lebih besar dari pada angka kritik (rhitung > rtabel) maka instrumen tersebut dikatakan valid. Angka kritik pada penelitian ini adalah df= N-2= 57–2 = 55 dengan taraf signifikan 5% maka angka kritik untuk uji validitas pada penelitian adalah 0,265.
·         Uji Reliabilitas
Teknik statistik yang digunakan untuk pengujian tersebut dengan koefisien cronbach’s alpha dengan bantuan program software SPSS versi 19.0. Cronbach’s Alpha merupakan uji reliabilitas untuk alternatif jawaban lebih dari dua. Menurut Ghozali (2005:42) suatu instrumen dikatakan reliabel jika memiliki koefisien cronbach’s alpha > 0,6.
2.      Normalitas
·         Grafik Uji Normalitas


·         Uji Heteroskedastisitas


·         Uji Multikolinieritas
Multikolinieritas dapat dilihat pada tolerance value atau variance inflation factor (VIF). Apabila tolerance value dibawah 0,10 atau nilai VIF diatas 10 maka terjadi multikolinieritas (Ghozali, 2009).

3.      Uji Hipotesis
·         Uji F
Uji F digunakan untuk menguji tingkat signifikansi koefisien regresi variabel independen secara simultan terhadap variabel dependen, yaitu dengan memperhatikan signifikan uji F pada output perhitungan dengan tingkat alpha sebesar 5%. Jika nilai signifikan uji F lebih kecil dari 5% maka terdapat pengaruh antara semua variabel independen terhadap variabel dependen.
·         Uji t
Uji t digunakan untuk mengetahui apakah variabel independen secara parsial mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen, yaitu dengan memperhatikan signifikan uji t pada output perhitungan dengan tingkat alpha sebesar 5%. Jika nilai signifikan uji t lebih kecil dari 5% maka terdapat pengaruh antara semua variabel independen terhadap variabel dependen
·         Hasil Persamaan Regresi Coefficientsa


·         Analisis Koefisien Determinasi (R2)
            Koefisien determinasi (R2) mengukur berapa jauh kemampuan model dalam             menerangkan variasi variabel independen.

                                                  Hasil Analisis Koefisien Determinasi (R2)

Kesimpulan

Berdasarkan hasil pengujian diperoleh kesimpulan sebagai berikut Secara simultan Profesionalisme Auditor dan Etika Profesi memberikan pengaruh yang signifikan terhadap Tingkat Materialitas. Sedangkan secara parsial variabel Profesionalisme Auditor yang terdiri dari Pengabdian Pada Profesi, Kewajiban Sosial, Kemandirian, Keyakinan Pada Profesi, Hubungan Sesama Profesi, ada tiga variabel yang berpengaruh terhadap tingkat materialitas yaitu : kemandirian, keyakinan terhadap profesi, dan etika profesi. Sedangkan pengabdian terhadap profesi, kewajiban sosial, dan hubungan sesama profesi tidak berpengaruh terhadap tingkat materialitas.


Daftar Pustaka
            Agoes, Sukrisno (2004). Auditing, Pemeriksaan Akuntan oleh Kantor Akuntan Publik. Jakarta: LPEE-UI
            Ghozali, Imam. 2009. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS. Semarang: Badan Penerbit Universitas Dipenogoro.
            Hastuti, Dwi, Theresia, dkk., Hubungan Antara Profesionalisme Auditor Dengan Pertimbangan Tingkat Materialitas Dalam Proses Pengauditan Laporan Keuangan, Simposium Nasional Akuntansi VI, Jakarta, 2003.
            Herawaty, Arleen dan Yulius Kurnia Susanto. Profesionalisme, Pengetahuan Akuntan Publik dalam Mendeteksi Kekeliruan, Etika Profesi dan Pertimbangan Tingkat Materialitas. The 2nd National Conference UKWMS, Surabaya, 2009.
            Indriantoro, Nur, Bambang Supomo, Metodologi Penelitian Bisnis Untuk Akuntansi dan Manajemen Ed 1, BPFE, Yogyakarta, 1999.
            Rahmawati, Hubungan antara Profesionalisme Internal Auditor dengan Kinerja Tugas, Kepuasan Kerja, Komitmen Organisasi, Keinginan Untuk Pindah, Tesis S2, Program Pasca Sarjana Universitas Gajah Mada, Yogyakarta, 1997.
            Rifqi, Muhammad, Analisis Hubungan Antara Profesionalisme Auditor Dengan Pertimbangan Tingkat Materialitas Dalam Proses Pengauditan Laporan Keuangan, Jurnal Fenomena, Univervitas Islam Indonesia Yogyakarta, 2008.
            Sugiyono, Statistika Untuk Penelitian. Bandung. Penerbit: CV. Alfabeta, 2007.      Sumarsono, Metode Penelitian Akuntansi, Beserta Contoh Intepretasi Hasil pengolahan data. (2002).
            Syahrir, Analisis Hubungan Antara Profesionalisme Akuntan Publik Dengan Kinerja, Kepuasan Kerja, Komitmen, dan Keinginan Berpindah, Tesis S2, Fakultas Ekonomi, Universitas Gajah Mada, yogyakarta, 2002.

            Wahyudi, Hendro dan Aida Ainul Mardiyah. Pengaruh Profesionalisme Auditor terhadap Tingkat Materialitas dalam Pemeriksaan Laporan Keuangan. Simposium Nasional Akuntansi IX, Padang, 2006.